Dukung Pemerintah, Universitas Hamzanwadi Tandatangani Kerja Sama

warek_3_kerjasama_pemprov.jpg

Wakil Rektor 3 Universitas Hamzanwadi, Dr H Musifuddin menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan Pemerintah Provinsi NTB. Penandatanganan PKS dirangkai dengan acara peluncuran NTB Mall oleh gubernur Nusa Tenggara Barat.

NTB Mall merupakan langkah panjang sebagai wadah untuk UKM NTB yang menghubungkan para usha kecil dan menengah dengan pemerintah terutama pemerintah NTB dan Universitas Hamzanwadi hadir untuk mendukung pemerintah.

Menurutnya, sebagai bagian dari wujud tridarma perguruan tinggi dan kontribusi Universitas Hamzanwadi kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), hari ini (Kamis 17/12/2020) Universitas Hamzanwadi ikut menandatangani PKS dengan Dinas Perdagangan.

"Salah satunya PKS dengan Disprindag untuk mendukung tumbuhkembangnya UKM dan masyarakat NTB. Bahkan kami juga menyampaikan 10 rencana program kerjasama pada beberapa program prioritas yang ditetapkan oleh Pemprov NTB," tegas Musifuddin usai tandatangan PKS di Mataram.

Disebutkan, 10 program itu yakni, Posyandu Keluarga kerja sama Dinas Kesehatan. Pendampingan dan pengabdian masyarakat terkait program "NTB Bersih dan NTB Hijau" di Provinsi NTB kerja sama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan.

"Untuk Dinas Pariwisata kita kerja sama bidang penelitian dan promosi destinasi wisata. Sementara pendampingan pengelolaan dana desa, kita kerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa NTB," ujarnya doktor jebolan UNJ itu.

Sementara Dinas Perindustrian (Science Technology Indusrial Park), Universitas Hamzanwadi kerja sama tentang Inkubasi Bisnis dan Pengembangan Keterampilan Kewirausahaan seperti penyelenggaraan kuliah kewirausahaan lintas prodi, startup academy Hamzanwadi, pra inkubasi, inkubasi dan memfasilitasi produk inovasi mahasiswa dan kampus ke dunia industri dan dunia usaha, serta penyelenggaraan kegiatan Hamzanwadi Expo.

Dalam konteks pendidikan, kata Musifiddin, Universitas Hamzanwadi kerja sama dengan Dinas Pendidikan dalam penyelenggaraan training of trainer (ToT) calon instruktur untuk pendidikan sekolah luar biasa dan beasiswa miskin berprestasi, serta beasiswa stimulan.

"Untuk pengembangan Aplikasi Simpul dan validasi data usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), dan digitalisasi marketing produk UMKM, kita kerja sama dengan Dinas Prindustrian dan Perdagangan NTB," sambungnya.

Terkait pemberdayaan UMKM, validasi data UMKM dan penelitian berbasis pengembangan UMKM, serta Magang dan Kuliah Kerja Nyata (KKN), kita kerja sama dengan Dinas Kopetasi dan UKM.

"Untuk pengelolaan museum, kita kerja sama dengan Museum NTB. Sementata dengan Bakesbangpoldagri kita akan garap "Desa Bersinar" dan "Kampung Madani" menuju NTB Gemilang," tutupnya.

Sementara Kadis Perdagangan NTB Drs. H. Fathurrahman, M.Si mengatakan, saat ini NTB Mall sudah ada sekitar 300 varian produk yang pemasaran dengan dua cara yaitu ofline dan online dan 1200 IKM yang terigester di Dinas Perdagagangan NTB.

Untuk membantu pendataan IKM dan UKM yang ada di NTN maka dinas perdagangan membuat kerja sama dengan berbagai institusi seperti Universitas Hamzanwadi, Otoritas Jasa Keuangan, Gojek, dan lainnya.

Ia berharap, semua organisasi perangkat daerah dan institusi lainnya untuk membeli produk produk lokal NTB. Bela beli produk lokal penting untuk menumbuhkembangkan perekonomian masyarakat.

Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah dalam sambutannya menegaskan, saat ini dunia kompetitif menuntut produk produk itu harus mudah, cepat, dan terbaik jika tidak, maka produk iti tidak akan mampu bersaing di tengah kemajuan sekarang ini.

Menurutnya, permasalahan UKM dan IKM bukan terletak pada apakah mereka bisa atau tidak bisa membuat sebuah produk tetapi bagaimana mereka memasarkan produk mereka.

Upaya yang dilakukan Disperindag dengan bersinergi dan kerja sama merupakan langkah maju dalam membantu para UKM dan IKM dalam pemasaran produk-produk lokal NTB.